Sesi yang paling menyenangkan dari kelas Mind & Body ada di bagian akhir, meditasi. Tidur terlentang di tengah ruangan diiringi musik yang menenangkan dan beralaskan matras yoga yang lembab karena tetesan keringat hasil latihan selama 50 – 55 menit. Satu per satu lampu dimatikan dan instruktur membimbing untuk berkonsentrasi pada pernafasan.
Mudah. Tarik nafas. Buang nafas.
Tapi dari seluruh sesi latihan di kelas Mind & Body, bagian ini lah yang tersulit. Saya tidak pernah berhasil memusatkan konsentrasi hanya pada pernafasan. Justru pikiran saya melayang-layang ke luar ruangan. Entah itu pekerjaan, rencana kegiatan yang akan saya lakukan esok hari atau memikirkan akan naik apa sepulang dari latihan nanti. Ribet.
Apa ya istilahnya? Over thinking? Selalu saja memikirkan hal yang sebenarnya tidak/belum perlu dipikirkan saat itu. Ndak heran kan kalau kepala rasanya terlalu penuh lalu berujung stres hanya karena masalah yang relatif sepele. Saat kondisi seperti ini malah ndak bisa maksimal dan ndak benar-benar fokus dalam menyelesaikan masalah atau mencari solusi.
Pernah mengalami kesulitan tidur karena banyak pikiran (baca: masalah)? Sering? Sama dong :p Padahal setelah lelah semalaman ndak tidur nyenyak tapi juga ndak dapat jalan keluar dari masalah yang dipikirkan. Jadi kesal sendiri karena menyia-nyiakan waktu istirahat tanpa hasil pula lagi.
Makanya sekarang saya coba melatih pikiran untuk lebih tertib. Ndak boleh seenaknya mendesak minta didahulukan. Beberapa hal yang saya coba lakukan adalah dengan menyusun skala prioritas masalah yang perlu diselesaikan dan membuang jauh masalah sepele yang tidak perlu dipikirkan. Bukan lari dari masalah lho, ya. Hanya menunda untuk sementara sampai kapasitas otak lebih nyaman untuk menangani masalah yang ada.
Berhasil ndak? Belum, masih dilatih. Paling ndak pikiran saat meditasi jadi lebih fokus. Meskipun sesekali masih berkelana ke meja makan di rumah karena kelaparan sehabis sesi latihan.
Hooh, sama, sesi pendinginan/meditasi yang harusnya menciptakan ketenangan malah bikin pikiran melayang-layang tak tentu rimbanya
Makanya untuk release tension, aku lebih memilih kelas RPM, yang melawan kebiasaan over thinking ini. Secara gerakannya cepat, jadi ndak ada waktu tersisa buat mikir. All we have to do is react
pastinya, lagian kalo RPM udah fokus di satu hal bukan? instruktur yang di depan
ah kamuuuu *keplak pake handuk putih*
nah ini, mbok ya tutorialnya dituliskan secara lengkap. Saya kan juga pengen nyoba cara meditasi itu
halo, pak mandor. apa kabar
menyoal meditasi dan relaksasi, saya bukan pakarnya. jadi mohon maaf kalau artikel ini hanya sekedar sharing perasaan alias curhat. mungkin artikel keren ini bisa membantu untuk tahap meditasi http://ngerumpi.com/baca/2010/12/17/women-s-health-self-healing-beristirahat-secara-fisik-mental.html
selamat mencoba