Soal Hati

Setuju ga kalau saya berpendapat bahwa kita hanya bisa disakiti oleh orang yang kita peduli. Terutama yang kita sayang. Semisalnya hal-hal yang menyakitkan datang dari orang yang keberadaannya kita acuhkan, tentu ga akan diambil hati ya.
Dan katakanlah suatu waktu saya lupa bahwa dalam menjalin hubungan dengan orang lain, saya pun bisa menyakiti orang tersebut. Dua arah. Ketika saya minta dijaga, hal yang serupa pun mestinya berlaku sebaliknya. Dan saya lupa.
Hati terlena dan ego minta saya lah yang paling benar dan seharusnya didahulukan. Lalu semuanya jadi berantakan. Iya, saya sakit ketika tidak dijaga dengan baik. Tapi hal yang lebih menyakitkan jika ditinggal sendiri.
Sekarang mulai mengumpulkan kembali serpihan dari hal-hal yang sudah saya rusak. Kami rusak. Terlalu berlebihan jika saya meminta hubungan itu kembali seperti dulu. Yang rusak bisa diperbaiki tapi tidak akan sama lagi. Cukup mawas diri dengan hal yang telah terjadi dan menjadi pengalaman supaya bisa ikhlas dan saling jaga sampai akhir nanti.
Maaf ya, sayang 🙂
https://www.youtube.com/watch?v=Gwx4iTRLXG8&feature=youtube_gdata_player

Iklan

Tentang kucingusil

seorang anak perempuan dari orang tua yang hebat dan juga kakak yang baik untuk kedua orang adik lelakinya. perempuan ini penyuka taman bermain dan taman bacaan, suka keluyuran sendiri, icip-icip makanan di pinggir jalan, mencatat perjalanannya dan membagikan cerita kepada teman-teman terbaik.
Pos ini dipublikasikan di catatan si kucing. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s