Arsip Kategori: catatan si kucing

Soal Hati

Setuju ga kalau saya berpendapat bahwa kita hanya bisa disakiti oleh orang yang kita peduli. Terutama yang kita sayang. Semisalnya hal-hal yang menyakitkan datang dari orang yang keberadaannya kita acuhkan, tentu ga akan diambil hati ya. Dan katakanlah suatu waktu … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di catatan si kucing | Meninggalkan komentar

Kangen

Hampir setahun ditinggal Oma yang wafat November tahun lalu karena sakit. Masih aja lho kalo ingat beliau jadi sedih. Waktu di awal kepergiannya masih ga berasa kalau beliau sudah ga ada. Kalo ada kabar apa, mo jalan-jalan rame sama keluarga … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di catatan si kucing | Meninggalkan komentar

Dua Puluh Tujuh

Yah katakanlah beberapa bulan lalu setelah kejadian bosan hidup itu bikin saya ketar ketir menjelang nambah umur. Quarter life crisis? Bisa jadi. Jangan kira hanya remaja saja melabil mencari jati diri. Toh umur ndak menjadi jaminan menjadi dewasa dan bijaksana. … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di catatan si kucing | 1 Komentar

Bikin Hidup Lebih Hidup

‘Lo ngerasa bosan hidup ga sih?’ Hampir saya tersedak roti isi yang sedang saya santap saat menghabiskan waktu istirahat siang bersama teman semasa kuliah yang kebetulan bertemu  di kantor klien. Saya letakkan roti di piring dan mengarahkan pandangan dengan serius. … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di catatan si kucing | 5 Komentar

Memilah Pikiran

Sesi yang paling menyenangkan dari kelas Mind & Body ada di bagian akhir, meditasi. Tidur terlentang di tengah ruangan diiringi musik yang menenangkan dan beralaskan matras yoga yang lembab karena tetesan keringat hasil latihan selama 50 – 55 menit. Satu … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di catatan si kucing | 5 Komentar

Karya yang Diakui

Kemarin saya menerima email dengan subject 100 foto kepergok membaca. Saya hanya membaca isinya sepintas lalu dan mengira email ini hanya dimaksudkan sebagai tanda terimakasih karena telah berpartisipasi mengirimkan foto untuk kegiatan World Book Day. Hingga sore hari saya menerima telepon dari … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di catatan si kucing | 8 Komentar

Derai Tawa Dalam Kesederhanaan

Dari seberang Situ Lembang, dua kendaraan bermotor–yang biasa disebut odong-odong–bergerak perlahan mengitari Situ. Bagian belakangnya penuh sesak dengan anak-anak. Kaki mereka bergelantungan keluar dari bak sederhana yang dikaitkan ke bagian belakang sepeda motor. Tak berapa lama kemudian riuh rendah tawa … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di catatan si kucing | 10 Komentar